Pemkot Ternate Perkuat Konsolidasi Pengadaan, Dorong Produk Lokal dan UMKM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:31 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kegiatan Sosialisasi Strategi Konsolidasi Pengadaan Barang dan Jasa.

Kegiatan Sosialisasi Strategi Konsolidasi Pengadaan Barang dan Jasa.

PM – Pemerintah Kota Ternate memperkuat strategi konsolidasi pengadaan barang dan jasa untuk meningkatkan efisiensi belanja daerah sekaligus mendorong penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, saat membuka Sosialisasi Strategi Konsolidasi Pengadaan Barang dan Jasa di Hotel Batik, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kota Ternate itu merupakan tindak lanjut rekomendasi Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) KPK tertanggal 30 Juli 2026.

Dalam rekomendasi tersebut, Wali Kota Ternate diminta menyurati Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memperoleh pendampingan terkait konsolidasi pengadaan.

Rizal menegaskan konsolidasi pengadaan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi belanja, transparansi, akuntabilitas, serta optimalisasi penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan UMKM lokal.

Ia meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan konsolidasi pengadaan.

Menurutnya, langkah tersebut tidak boleh sekadar menjadi pemenuhan rekomendasi, tetapi harus menjadi upaya konkret memperbaiki tata kelola belanja pemerintah agar lebih efektif dan memberikan manfaat maksimal.

Baca Juga :  Dari Lurah hingga Dirjen, Jejak Pengabdian Bernhard Rondonuwu

“Kepala OPD perlu memastikan kebutuhan barang di masing-masing perangkat daerah direncanakan secara cermat, realistis, dan sesuai prioritas. Rekomendasi MCSP KPK ini harus ditindaklanjuti secara konkret,” tegas Rizal.

Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti materi sosialisasi dengan baik, memahami strategi konsolidasi, serta menyiapkan data kebutuhan secara akurat. Setiap OPD juga diminta menunjuk personel yang bertanggung jawab dalam proses identifikasi kebutuhan pengadaan.

Menurut Rizal, keberhasilan konsolidasi membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh OPD. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pengadaan yang efisien, transparan, akuntabel, serta berpihak pada produk dalam negeri dan UMKM.

“Pemanfaatan Produk Dalam Negeri dan pelibatan aktif UMKM bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan komitmen kita bersama untuk membangkitkan perekonomian Kota Ternate. Melalui strategi konsolidasi ini, belanja daerah harus menjadi stimulus utama bagi kemajuan produk-produk lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBJ Kota Ternate, Aisah Ahmad, menjelaskan sosialisasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di setiap OPD.

Baca Juga :  Pemkot Ternate Proyeksi Pendapatan APBD-P Naik Rp26 Miliar

Ia mengatakan, konsolidasi pengadaan diharapkan dapat merumuskan strategi belanja pemerintah yang lebih efisien sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam proyek pengadaan daerah.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari LKPP yang akan memberikan pendampingan dalam proses konsolidasi pengadaan di BPBJ Kota Ternate. Pendampingan tersebut diharapkan memastikan pelaksanaan pengadaan sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Melalui sosialisasi ini, peserta, termasuk kepala subbagian keuangan dan perencanaan, dibekali pemahaman mengenai optimalisasi skema belanja agar lebih tepat sasaran dan berdaya guna. Peserta juga diharapkan mendorong produk lokal masuk dalam E-Katalog Lokal sehingga semakin banyak digunakan dalam belanja instansi pemerintah.

“Kegiatan ini menargetkan peningkatan persentase belanja produk dalam negeri dan keterlibatan UMKM pada tahun anggaran berjalan. Sinergi antar-OPD dan pendampingan LKPP diharapkan dapat meningkatkan kualitas belanja daerah sekaligus memberikan dampak langsung bagi perkembangan usaha lokal dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel pikiranmalut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Lurah hingga Dirjen, Jejak Pengabdian Bernhard Rondonuwu
Wali Kota Ternate Dorong Hiri dan Moti Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Amiruddin Abd. Hamid Resmi Diberi Amanah Pimpin BPKAD Ternate
Resmi Lantik 11 Pejabat, Wali Kota Ternate Beri Pesan Ini
BPK Akhiri Audit Ake Gaale Ternate, Pemeriksaan Terperinci Berlanjut
BP2RD Gandeng Kejari Ternate Tagih Piutang PBB Rp1 Miliar bagi Wajib Pajak
Pemkot Ternate Matangkan Pengelolaan Limbah Medis, KLHK Segera Tinjau
Satpol PP Ternate Ikut Jumat Bersih di Kawasan Pandara Kananga
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:31 WIT

Pemkot Ternate Perkuat Konsolidasi Pengadaan, Dorong Produk Lokal dan UMKM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:48 WIT

Dari Lurah hingga Dirjen, Jejak Pengabdian Bernhard Rondonuwu

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:08 WIT

Wali Kota Ternate Dorong Hiri dan Moti Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:29 WIT

Amiruddin Abd. Hamid Resmi Diberi Amanah Pimpin BPKAD Ternate

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:15 WIT

Resmi Lantik 11 Pejabat, Wali Kota Ternate Beri Pesan Ini

Berita Terbaru

Bernhard Eduard Rondonuwu, S.Sos., M.Si.

Birokrasi

Dari Lurah hingga Dirjen, Jejak Pengabdian Bernhard Rondonuwu

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:48 WIT

Ketua Pertina Provinsi Maluku Utara, Nasri Abubakar memberi sambutan di pelepasan atlet tinju Kejurnas Tinju Junior, Youth, dan Elite 2026.

Olahraga

Nasri Abubakar Lepas 18 Petinju Malut ke Kejurnas Tinju 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 13:43 WIT