PM – Program pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kota Ternate terus menunjukkan peningkatan. Hingga 18 September 2026 pukul 23.59 WIT, sebanyak 16.035 Kartu Keluarga (KK) telah terdaftar atau mencapai 22,60 persen dari total 70.957 KK penduduk Kota Ternate.
Sekretaris Dinas Sosial Kota Ternate, Irvan Gaus, mengatakan capaian tersebut meningkat 165 KK dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 15.870 KK atau 22,37 persen.
“Peningkatan harian naik sebesar 0,23 poin persentase atau sekitar 1,03 persen dari capaian sebelumnya,” kata Irvan.
Menurutnya, mayoritas warga melakukan pendaftaran melalui skema pendampingan agen. Tercatat sebanyak 15.901 KK atau 99,16 persen mendaftar melalui agen.
“Hampir seluruh warga mendaftar melalui skema pendampingan agen. Ini membuktikan peran aktif 207 agen Perlinsos di lapangan sangat vital dalam membantu masyarakat,” ujarnya.
Secara kewilayahan, tiga kecamatan terluar mencatat persentase pendaftaran tertinggi. Pulau Hiri mencapai 63,53 persen atau 568 KK, disusul Pulau Batang Dua 62,76 persen atau 563 KK, dan Moti 59,46 persen atau 817 KK.
Sementara di wilayah pulau Ternate, capaian pendaftaran tercatat di Kecamatan Ternate Barat sebanyak 1.370 KK atau 45,35 persen, Pulau Ternate 1.132 KK atau 37,25 persen, Ternate Utara 3.699 KK atau 21,74 persen, Ternate Selatan 4.486 KK atau 17,75 persen, dan Ternate Tengah 3.400 KK atau 17,54 persen.
Untuk program bantuan sosial, pendaftar BPNT mencapai 15.743 KK. Dari jumlah tersebut, 6.202 KK atau 39,40 persen berpotensi layak, 9.536 KK atau 60,57 persen tidak layak, dan lima KK masih dalam proses verifikasi.
Sedangkan pendaftar PKH mencapai 13.022 KK. Sebanyak 2.827 KK atau 21,71 persen berpotensi layak, 10.194 KK atau 78,28 persen tidak layak, dan satu KK masih dalam proses verifikasi.
Ia mengimbau warga yang belum terdaftar agar segera memanfaatkan layanan pendaftaran Perlinsos melalui agen di kelurahan maupun agen dari unsur ASN Dinas Sosial yang melakukan pelayanan secara mobiling ke kelurahan.
“Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya data bantuan sosial yang akurat, inklusif, dan tepat sasaran di Kota Ternate,” pungkasnya.














Komentar